1 maret 2010 – demi lembaranmu

MONDAY, MARCH 1, 2010

1 maret 2010 – demi lembaranmu

Tulisan ku yang tak sanggup kau lawan tapi balasan murahanmu saja bisa buatku luluh. Aku mengacuhkanmu ketika pertama bertemu, memilih memandang langit-langit dan menggerutu dalam hati. Bukan karena dirimu tapi karena aku sendiri tak yakin, sukmaku terbang ketika kau memintaku meraup.

Ada saat kau membiarkanku mengecup kelopak itu. Entahlah, apa bunga terasa terenyuh akan bibirku, namun, yang kutahu adalah asa tidur yang ku hantarkan, lebih dari sekedar perumpamaan.

Kau menyadari kekuatan ku hilang. Terbukti dari tulisan murahan ini. Kau jelas tahu, hati ku tak sejernih dulu sesering hatiku terjatuh. Nan bangit terkantuk mencoba mengumbar sayap yang lelah musnah. Selalu ku coba berkorban, berbaur dengan malam. Walau hasil hampir tiada, mungkin karena lampu-lampu itu teruslah padam, melewati lumbung-lumbung kasat, menerjang kabut abu-abu, dan lalu sembunyi di balik suara televisi dengan remote ditanganmu yang tertidur.

Itulah kita; kisah plegmatis ironis.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s