menulis

Dorio membuka otaknya yang berkutat kegalatan , ia tak menemukan apa yang berarti rujuk dengan pena. dijedukaanya kepala ke buku kosong, tangannya kini lumpuh tak bisa mencoret rangkaian sajak dan Dorio hanya tertunduk menehan sakit di kepala melihat pena menangis menetesi buku kosong..
Satu tahun berlalu sedari ia menulis terakhir.. dan ia membakar dua sabutan tentang keluhnya , itu masa suram yang tak mau diayomi kembali.. memorinya terbelakak, otaknya mengembang dahsyat.
Lalu qwerty mendesis dan berbaris di angan-angannya
Dorio berseru “ah…” sambil menahan tangis
Terkutuklah wahai pembuat mati , ia menyiratkan halus seiring pipinya yang merona… Stahun tak jadi apa ketika mati beku, karna setahun berikutnya pena kan tersenyum dan buku kosong kan terisi dengan keringnya. Entah selanjutnya, apakah tangan mmpu lagi digunakan dan otak tak kembali tertutup.. hanya keadaan yang berbisik mengisyaratkan bahwa:

Mereka tak mati.. hanya tertidur…

>>
everyone has their own goodness 🙂 just find urs and let it always be urs :adistyan:

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s